Kamis, 31 Mei 2012


      Budidaya waluh
   Santai dan menjanjikan
         Masyarakat mengenal  waluh  sebagai  buah  yang  di konsumsi sebagai makanan  pelengkap.  pada umumnya  waluh di olah langsung / diproses untuk kolak  ,  ada juga yang memanfaatkan untuk sayuran. Padahal  masi banyak lagi manfaat  yang bisa didapatkan  dengan buah yang satu ini.
         Selain untuk makanan siap saji , waluh  bisa  dimanfaatkan untuk bahan baku ataupun campuran kue.  Waluh ternyata dapat juga dimanfaatkan untuk mengobati beberapa jenis penyakit. Karena dalam waluh ,terutama kulitnya   ditemukan  zat penguat  dinding lambung  dari serangan maag. dalam proses pengolahan sebaiknya kulit labu kuning yang dikenal sebagai waluh,  tanpa dikupas.  Pada buah waluh terdapat  juga kandungan kimia. Kandungan kimia  inilah yang akan berfungsi untuk mengurangi kadar gula dalam darah, menjadi sumber anti-bakteri dan anti- virus. Oleh karena itu, waluh sangat bagus untuk dikonsumsi oleh manusia karena  kandungan  gizinya  yang baik bagi kesehatan tubuh. Apalagi dengan harganya yang terjangkau dan mudah didapat  sehingga memudahkan masyarakat untuk mengkonsumsinya.
        Waluh merupakan  tanaman semusim, batangnya menjalar,  agak keras, dan berbulu lunak sedikit agak kasar. Daun besar berlekuk dangkal, ukuran daunnya 20 x 30 cm panjang daun 12 – 30 cm. Buah waluh beragam , kulit berwarna kuning / hijau pudar dan keras, daging buah berwarna kuning, bertekstur halus dan berserat. Bijinya berwarna putih sampai coklat gelap,berlemak dan berbentuk simetris agak besar.
        Ora ngrumat, itulah istilah yang tepat untuk jenis tanaman satu ini, karena sangat mudah menanamnya bahkan tanpa perawatan pun bisa tumbuh subur. Karena tanaman waluh mempunyai adaptasi tinggi terhadap suhu dingin, juga cocok untuk daerah kering dengan curah hujan sedang.