Selasa, 17 April 2012

TENTANG KAMI

       BPP TANGGUNGGUNUNG.
         BPP Tanggunggunung  berdiri diatas bangunan seluas 30 m2. Berada diselatan kota kabupaten Tulungagung, yang langsung berbatasan dengan lautan Indonesia. Dengan 7 desa wilayah Binaan,yang mana masing-masing desa dipegang oleh seorang penyuluh.
         Wilayah desa binaan bisa dikatakan semua daerah pegunungan,sementara pertanian hanya mengandalkan musim penghujan, sehingaa musim tanam/pola tanam hanya 2x.dalam setahun.berikut data patensi wilayah BPP Tanggunggung



   












1. Administrasi Wilayah.
Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tanggunggunung terbagi menjadi 7 desa, 176 RT, 76 RW.
Adapun desa-desa yang termasuk wilayah BPP Tanggunggunung adalah :
§  Desa Ngrejo, terdiri dari  22 RT,  10  RW;
§  Desa Ngepoh, terdiri dari   20  RT,   8 RW;
§  Desa Tenggarejo, terdiri dari   20 RT,   5 RW;
§  Desa Pakisrejo, terdiri dari   16  RT,  8 RW;
§  Desa Jengglungharjo, terdiri dari   38  RT,  15  RW;
§  Desa Kresikan, terdiri dari   32  RT,   18 RW;
§  Desa Tanggunggunung, terdiri dari   28 RT,  12  RW;
Sedangkan batas wilayah BPP Tanggunggunung adalah sebagai berikut :
-
Sebelah Utara
:
Kecamatan Campurdarat
-
Sebelah Timur
:
Kecamatan Kalidawir
-
Sebelah Selatan
:
Samodra Hindia
-
Sebelah Barat
:
Kecamatan Besuki/Campurdarat

  1. Topografi Wilayah.
a.         Kemiringan Lahan.
Wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tanggunggunung berada pada kemiringan :
 a.
15  -   30 %
=      9,93 %
=
 1.170  Ha
 b.
15  -   30 %
=    43,66 %
=
5.141  Ha
 c.
>     30  %
=     46,41 %
=
 5.462  Ha

  Total Luas Wilayah
=
11.773   a
b.    Jenis tanah
Wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tanggunggunung berada pada kemiringan :
 a.
Litosol
=    80,00 %
=
  9.418,40  Ha
 b.
Aluvial coklat & kelabu
=    20,00 %
=
  2.354,60  Ha

  Total Luas Wilayah
=
11.773,00  Ha
               c.      Tinggi Tempat.
Wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tanggunggunung berada pada ketinggian :
 a.
0  -  100 m  dpl
=
 2.206
Ha
 b.
100 – 200 m dpl
=
8.610
Ha
  c.
200 – 300 m dpl
=
957
Ha
3.    Curah hujan
a.   Keadaan Curah hujan rata-rata selama 10 tahun terakhir = 141,15 mm.
b.    Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari - Maret ( berkisar antara 261 – 297 mm ), sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Juli  - September (berkisar antara  69 – 84 mm).
4.    Luasan lahan menurut pemanfaatannya.
-
Tanah Sawah
:
0,000
Ha.
:
0,0
%
-
Tanah Pekarangan
:
1.410,542
Ha.
:
12,0
%
-
Tanah Tegal
:
863,065
Ha.
:
7,3
%
-
Tanah Hutan
:
8.822,700
Ha.
:
75,0
%
-
Tanah Perkebunan Swasta
:
611,880
Ha.
:
5,1
%
-
Lain
:
64,813
Ha.
:
0,6
%

Jumlah
:
11.773,000
Ha.
:
100,0
%

5.       Luasan tanaman dan rata-rata produksi komoditi utama.
a.    Tanaman Pangan :
·         Padi  dengan luas areal  305 ha, produktivitas 30,02 ku/ha
·         Jagung dengan luas areal  11.160 ha, produktivitas 41,25 ku/ha
·         Kacang Tanah dengan luas areal  283 ha, produktivitas 10,75 ku/ha
·         Ubi Kayu dengan luas areal 1.296 ha, produktivitas 150,70 ku/ha
b.    Tanaman Perkebunan :
·         Kelapa dengan luas areal 713 ha, produktivitas 1.463 kg/ha/th.
·         Kakao dengan luas areal 161 ha, produktivitas 673 kg/ha/th.
·         Kopi dengan luas areal 14,5 ha, produktivitas 298 kg/ha/th.
c.    Sapi                          : 5.764 ekor dengan produksi 1.225 ton/th.
d.    Kambing                   : 16.703 ekor dengan produksi 3.967 ku/th.
e.    Ayam buras              : 25.415 ekor dengan produksi 7.121 ku/th.
f.     Ayam ras petelur      : 4.110 ekor dengan produksi  39,20 ton telur.

g.    Ayam ras pedaging   : 21.000 ekor dengan produksi 420 ku/th.
6.       Luasan pola usaha tani.
§  P a d i     -    Polowijo
=        305  Ha.
§  Polowijo  -   Polowijo 
=     2.080  Ha.
§  Polowijo  -  B e r o 
=     6.951  Ha.
06012012097.jpgB.        Keadaan Sumber Daya Manusia.
  1. Jumlah Penduduk menurut Umur.
§  0  -  14
tahun
=
6.829  jiwa
§  15 - 55
tahun
=
15.210  jiwa
§       > 55
tahun
=
3.986  jiwa
  1. Jumlah Penduduk menurut mata pecaharian.
§  Petani
=
11.002  jiwa

§  Nelayan
=
87  jiwa

§  Pedagang
=
459  jiwa

§  PNS

298  jiwa

§  Karyawan Swasta

593  jiwa

§  Jasa

1.981  jiwa


Jumlah rumah tangga (RT) keseluruhan di kecamatan Tanggunggunung = 7.116 RT, sedangkan jumlah rumah tangga miskin (RTM) = 2.987 RT dan anggota rumah tangga miskin = 8.896 jiwa.
C.      Kelembagaan Kelompok Tani .
           Jumlah Kelompok Tani yang ada di Kecamatan Tanggunggunung 141 kelompok tani, terdiri dari :
a)      137 kelompok tani dewasa dengan perincian :
·         31 kelompok tani dengan kelas pemula,
·         98 kelompok tani dengan kelas lanjut,
·         8  kelompok tani dengan kelas madya.
b)      2 kelompok tani taruna dengan kelas lanjut
c)       2 kelompok wanita tani dengan kelas lanjut.
d)      Jumlah Gapoktan yang terbentuk adalah 7 Gapoktan dari 7 desa dengan jumlah anggota = 9.637 orang.
D.        Sarana dan prasarana.
a)      Jumlah KUD                                       =              1    unit.
b)      Kios Saprodi                                                       =           5    buah.
c)       Pasar                                                                     =           3    buah.
d)      Penggilingan Padi                                             =           5    unit.
e)      Hand Traktor                                                      =           2    buah.
f)       Hand sprayer                                                     =      973    buah
g)      Pompa air                                                            =           7    unit.
h)      Bengkel                                                                =         20    unit.

E.       Data Program Kebijakan Pemerintah di Kecamatan Tanggunggunung.
1.   Program Pertanian Tanaman Pangan.
a.       Pencapaian target Intensipikasi Tanaman Padi dengan peningkatan produksi 10 % dan Palawija sebagai berikut :
·        Padi                                                        =          300    hektar.
·        Jagung                                                  =       9.100    hektar
·        Kacang tanah                                     =          325    hektar.
·        Ubi kayu                                               =       1.350    hektar.
b.      Program Mandiri Pangan di desa Tanggunggunung memasuki tahun ke 3;
c.       Pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan berbasis pangan local (diversifikasi pangan), P2KP di Desa Tanggunggunung dan Kresikan.
d.      Peningkatan pengolahan hasil panen, Penepungan di 2 Kelompok tani desa Tanggunggunung dan Kresikan.
e.      Peningkatan produktivitas dan mutu produk dengan penggunaan varietas hibrida.
f.        SLPTT Tanaman Jagung 150 Ha di 5 desa.
2.       Program  Pertanian Tanaman Perkebunan dan Kehutanan :
a.       SLPHT  tanaman Kakao di desa Ngepoh.
b.      Peremajaan tanaman kelapa di desa Jengglungharjo dan Pakisrejo seluas 50 Hektar.
c.       Kebun Bibit Rakyat (KBR) untuk tanaman Hutan dan Perkebunan di desa Pakisrejo dan Kresikan masing-masing 60.000 bibit tanaman sengon laut dan kakao.
3.       Program Peternakan.
a.       Penggalakan inseminasi Buatan (IB) untuk perbaikan mutu ternak sapi dan kambing.
b.      Pembinaan peternak peserta kredit.
c.       Pemanfaatan pakan ternak lokal dan peningkatan standart mutu pakan.
d.      Pengembangan ternak kambing dengan penyebaran bibit unggul.
e.      Pengawasan, pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan menular.
f.        Pemanfaatan limbah ternak untuk pupuk organik.

(Data BPP 2012).


                                          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar