Selasa, 20 November 2012

PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PENUMBUHAN DAN PEMBINAAN KELOMPOK TANI DI BPP TANGGUNGGUNUNG

BPP Tanggunggunung tulungagung,
BPP Tanggunggunung


Latar belakang


Kita sebagai seorang Penyuluh Pertanian pada dasarnya adalah aparat yang membangun pertanian, pendidik dan penasehat yang mengabdikan diri untuk kepentingan petani beserta keluarganya.
Pekerjaan seorang Penyuluh Partanian tidak terbatas pada mengembangkan kemampuan, pengetahuan, sikap dan ketrampilan, akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana Penyuluh Pertanian mampu memotivasi, membimbing dan mendorong para petani untuk mengembangkan swadaya dan kemandiriannya menuju kehidupan yang lebih bahagia dan sejahtera.
Penyuluh Pertanian adalah seorang agen Pembangunan Pertanian dan mitra petani dan keluarganya. Sebagai seorang agen pembangunan pertanian seorang Penyuluh senantiasa dihadapkan kepada tanggungjawab berlangsungnya perubahan-perubahan yang menyangkut perilaku perikehidupan dan nasibnya para petani yang dilayaninya.
Tanggungjawab tersebut dirasakan sangat berat apabila para petani tidak mau bergabung dalam wadah kelompok tani. Karena kelompok tani merupakan wadah pembelajaran petani, tempat petani menyampaikan pendapat, keinginan dan masalah. Tempat petani berbagi pengalaman dan kesuksesan untuk kepentingan bersama.
Karena pada dasarnya kelompok tani dibentuk atas dasar keakraban, keserasian dan kesamaan kepentingan dalam memanfaatkan potensi/sumber daya pertanian yang ada untuk bekerja sama dalam meningkatkan produktivitas usahataninya demi kesejahteraan anggota dan keluarganya.

Potensi wilayah

BPP/Kecamatan Tanggunggunung terdiri dari 7 desa dengan jumlah 9.164 KK.  Dari angka tersebut lebih dari  92 % atau 8.431  KK adalah Kepala Keluarga Tani dan sisanya 8 % atau 733 KK adalah non petani, yang terdiri dari PNS/Pesiunan, pedagang, jasa dan karyawan swasta. 
KK non petani ini masih mempunyai sampingan sebagai petani dengan  garapan yang luasannya menyamai luas garapan petani dan bahkan banyak yang menyadi ketua ataupun pengurus kelompok tani.


Luas Lahan Pertanian

Luas wilayah BPP Kecamatan Tanggunggunung seluas 11.773, 00 hektar, yang terdiri dari :

a.         Tegal
b.         Pekarangan
c.         Hutan/Perhutani
d.        Lain-lain
=
=
=
=
863,50
1.140,50
8.821,00
678,00
hektar 
hektar 
hektar 
hektar 


Dari luasan lahan di atas, lebih dari 70% atau 8.262 hektar adalah lahan produktif. Berdasakan pada RDKK tahun 2011/2012 luas tanaman jagung mencapai 6.894 hektar.  Luas pertanaman yang tinggi ini berada di lahan milik Perhutani.
Dari perbandingan luas lahan di atas dengan jumlah Kepala Keluarga Tani (KKT) di Kecamatan Tanggunggunung dapat ditemukan rata-rata kepemilikan lahan garapan adalah =  8.262 : 8.431 = 0,98 Hektar / KKT.

     PENUMBUHAN  KELOMPOK  TANI
Secara ideal seorang Penyuluh Pertanian membina 16 Kelompok Tani.  Di Kecamatan Tanggunggunung ada 7 wilayah binaan penyuluhan pertanian, sehingga jumlah kelompok tani selayaknya ada 7 x 16 kelompok  tani  112 kelompok tani.
Secara historis perjalan penumbuhan kelompok tani di BPP Tanggunggunung pengalami 3 (tiga) fase penumbuhan, yang prosesnya sebagai beikut :
a.
Pada tahun 1980 tumbuh berdasarkan jumlah wilayah binaan penyuluh pertanian. Yang mana seorang penyuluh maksimal membina 16 kelompok tani. Pada saat itu di Kecamatan Tanggunggunung hanya mempunyai 2 (dua) Penyuluh Pertanian, sehingga jumlah kelompok tani binaannya 32 (tiga puluh dua) kelompok tani.
b.
Pada tahun 1983 di kecamatan Tanggunggunung berdiri KUD Argo Mulyo.  Salah satu fasilitas pelayanannya adalah kredit usaha tani.  Sehubungan sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani dan embrio KUD ini adalah kelompok tani Argo Mulyo di Dusun Kalitalun, Desa/Kecamatan Tanggunggunung, maka salah satu bentuk pelayanan kredit ini adalah kredit Usahatani dengan meminjamkan saprodi.  Untuk dapat mengakses kredit tersebut petani wajib berhimpun dalam wadah kelompok. Pelayanan ini disambut positif oleh masyarakat,  sehingga  tumbuh banyak kelompok diluar kelompok binaan Penyuluh Pertanian, yang mereka sebut dengan kelompok KUD. Kelompok ini dibina oleh petugas KUD, baik dari penyusunan RDKK sampai dengan realisasi kreditnya; walaupun pembinaannya tidak bisa lepas dari campur tangan penyuluh Paertanian. 
Pada waktu itu kelompok tani yang ada di kecamatan Tanggunggunung sejumlah 94 kelompok tani, dengan rincian 53 kelompok tani binaan Penyuluh Pertanian dan 41 Kelompok binaan KUD.
c.
Dengan terbitnya Peraturan Menteri perdagangan RI Nomor : 21/M.DAG/6/2008, tanggal 24 Juni 2008, tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi dengan system tertutup, dimana dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa pupuk bersubsidi tidak lagi diperdagangkan secara bebas di pasaran. Petani yang membutuhkan pupuk melalui kelompok tani yang terdaftar dibawah binaan Penyuluh Pertanian, dan mengajukan kebutuhan pupuknya dengan perangkat RDKK. Maka di BPP Kecamatan Tanggunggunung dilaksanakan pembenahan dan revitalisasi kelompok tani, dengan tujuan :

-
-

-
Validasi data kelompok tani yang ada,
Penataan wilayah kelompok di masing-masing Wilayah Binaan Penyuluh Pertanian,
Pembenahan keanggotaan kelompok tani,
Re-organisasi pengurus kelompok tani.

Hasil pendataan ulang tersebut jumlah kelompok tani di BPP Tanggunggunung justru bertambah dari 94 kelompok tani menjadi 98 kelompok tani, dengan rincian sebagai berikut :

-          Pemula
-          Lanjut
-          Madya
-          Utama
=
=
=
=
38  kelompok tani.
57  kelompok tani
  3  kelompok tani
 --

Seiring dengan berjalanya waktu, di Kecamatan Tanggunggunung masih saja berlangsung penumbuhan kelompok tani.  Hal ini disebabkan beberapa faktor, antara lain :

-

-

-
Perubahan luas garapan pertanian, yaitu bertambahnya areal usahatani pada lahan babatan hutan Perhutani,
Masih saja ada petani yang belum menjadi anggota kelompok tani yang sudah terbentuk,
Jumlah anggota pada masing-masing kelompok yang masih banyak sehingga beban pengurus menjadi berat.

Sehingga pada pendataan kelompok tahun 2012, sampai bulan Maret kemarin jumlah Kelompok Tani di BPP Tanggunggunung menjadi 127 Kelompok Tani, dengan rincian sebagai tabel berikut :

DAFTAR KELOMPOK TANI BPP TANGGUNGGUNUNG
TAHUN 2012


No.
DESA
PENYULUH
Є KLP
Є ANGGOTA

LUAS LAHAN
KELAS KELOMPOK

P
L
M
U

1.
Ngrejo
Bambang P,  SP
9
377
1.851
1
7
1
-

2.
Ngepoh
Ir. Sutrisno
20
1.286
507
7
10
3
-

3.
Tanggarejo
Agus Priyono, SP
13
559
559
5
8
-
-

4.
Pakisrejo
Freddy SG, SP
16
904
571
-
16
-
-

5.
Kresikan
H. Sudjianto, SP
16
1.449
1.188
3
10
2
1

6.
Jengglungharjo
Edy Heriyanto, SP
23
1.273
1.782
2
21
-
-

7.
Tg.gunung
Agus Wiyono, SP
30
1.420
1.804
9
18
3
-


J U M L A H
-
127
7.268
8.262
27
90
9
1
                                      

  PEMBINAAN KELOMPOK TANI
Penyuluhan Partanian pada dasarnya adalah peningkatan sumb\er daya manusia, membina dan mengembangkan kemampuan petani dan keluarganya menuju perubahan yang lebih baik.  Yang dimaksud petani bukan hanya petani nelayan dan keluarganya tetapi juga pedagang, pengusaha pertanian dan masyarakat pelaku agribisnis lainnya.
Perubahan sikap, kemampuan pengetahuan, dan perilaku petani dan kelompoknya kearah kemandirian akan tumbuh menjadi kekuatan yang dinamik untuk mengembangkan diri sebagai subyek yang mampu menolong membangun dirinya sendiri.
Dengan asumsi bahwa kelompok tani terdiri dari unsur sumber daya manusia, sumbr daya alam dan didalamnya perlu management maka pembinaan kelompok tani diarahkan pada upaya pemberdayaan di setiap unsur untuk mencapai kondisi yang kita inginkan.
Adapun jenis-jenis kegiatan yang dilaksanakan oleh tim Penyuluh Pertanian BPP/Kecamatan Tanggunggunung antara lain :
1.
Pertemuan / kunjungan kelompok tani,
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Percontohan Usahatani/Dem. Unit, terutama komoditi jagung,
Farm Field Day, bekerja sama dengan produsen benih jagung,
Temu Wicara KTNA dan GAPOKTAN setiap 3 (tiga) bulan sekali,
Pertemuan Paguyuban Unit Usaha (Unit Usaha Ternak Ayam Ras),
Pelaksanaan SLPTT untuk tanaman padi, jagung dan kacang tanah,
Temu usaha antara GAPOKTAN, Kios Saprodi, dan Pedagang Hasil Pertanian.
Mengingat keterbatasan tenaga Penyuluh Pertanian yang ada, khususnya dalam hal pembinaan lewat pertemuan kelompok tani, diadakan kesepakatan antara Penyuluh Partanian Pembina WIBI dan kelompok-kelompok binaannya; bahwa dalam  pertemuan kelompok tani maka Penyuluh Pertanian pembina tidak harus hadir, kelompok dilatih untuk mandiri diharapkan pengurus kelompok bias lebih aktif.
Untuk mendapatkan informasi dan teknologi usaha tani tidak harus penyuluh pertanian hadir dalam pertemuan. Karena memang sudah saatnya petani dididik  untuk aktif mencari informasi sendiri guna kepentingannya.
Petani harus mulai menyadari sendiri bahwa kebutuhan mereka terhadap pelayanan penyuluhan pertanian, baik di bidang teknologi, pengembangan usaha, pelayanan saprodi,  dan lain-lain; sama pentingnya dengan kebutuhan mereka terhadap yang lainnya, seperti kebutuhan kesehatan, kebutuhan anak sekolah, dan lain-lain; dengan demikian keberadaan Penyuluh Pertanian akan berperan sebagai konsultan.
Dalam upaya pemberdayaan dan pembinaan petani digunakan methode / prinsip pendekatan sebagai berikut :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Pendekatan pembiaan melalui kelompok/perorangan,
Pendekatan keserasian dan saling percaya,
Pendekatan kepemimpinan dari mereka,
Pendekatan kemitraan,
Pendekatan mandiri / swadaya,
Pendekatan belajar sambil bekerja,
Pendekatan kekeluargaan.
Hal ini dikandung maksud agar terjadi hubungan yang harmonis antara Penyuluh Pertanian, Petani dan kelompoknya, timbul rasa tanggungjawab yang tinggi dan mampu mengambil keputusan dengan penuh percaya diri.

2 komentar:

  1. kunjungan malam larut...

    salam kenal
    berkan komentar terbaik admin blog di sini ya..

    http://retakankata.com/fbsi/#jp-carousel-3668

    BalasHapus